Nusantaravoices – Gangguan spektrum autisme (ASD) pada anak dan remaja memerlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, dengan program intervensi yang dirancang untuk membantu memahami kebutuhan individu serta cara terbaik untuk mendukung perkembangan mereka. Hal ini diungkapkan oleh psikolog Alisha Lalljee, yang menekankan bahwa program intervensi yang tepat tidak hanya dapat membantu anak, tetapi juga dapat mengurangi tingkat stres dan kecemasan bagi orang tua serta pengasuh, sekaligus memperbaiki dinamika keluarga secara keseluruhan.
Gangguan spektrum autisme adalah kondisi perkembangan yang memengaruhi kemampuan komunikasi sosial, perilaku repetitif, dan keterampilan belajar. Anak-anak dengan ASD seringkali menghadapi tantangan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti interaksi sosial, komunikasi verbal dan non-verbal, serta pola perilaku yang khas. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang holistik dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Alisha Lalljee mengungkapkan bahwa salah satu cara untuk membantu anak-anak dengan autisme adalah melalui pendidikan khusus. Pendidikan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara apa yang sudah diketahui anak dan apa yang perlu mereka ketahui sesuai dengan usianya. Pendidikan yang disesuaikan dapat memberikan dukungan akademis yang penting untuk perkembangan intelektual mereka.
Selain pendidikan, terapi-terapi lain yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung perkembangan anak-anak dan remaja dengan autisme adalah terapi bicara. Terapi bicara sangat penting, terutama bagi mereka yang mengalami keterlambatan bicara, gangguan bahasa, dan kesulitan dalam komunikasi. Dalam terapi ini, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, baik dalam hal pemahaman maupun penggunaan bahasa, serta artikulasi dan komunikasi sosial.
“Terapi bicara dapat mencakup latihan untuk meningkatkan artikulasi, permainan bahasa, dan penggunaan alat bantu komunikasi seperti papan gambar atau bahasa isyarat,” jelas Lalljee. Pendekatan ini membantu anak-anak untuk lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain, yang sangat penting untuk interaksi sosial mereka.
Terapi okupasi juga merupakan intervensi yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup remaja dengan autisme. Terapi ini fokus pada pengembangan keterampilan motorik halus, seperti menggenggam dan menulis, serta keterampilan yang lebih kompleks dalam perawatan diri, seperti berpakaian dan makan. Selain itu, terapi okupasi juga dapat membantu anak-anak dalam pemrosesan sensorik dan kegiatan yang membutuhkan koordinasi tangan dan sensorik, seperti permainan atau aktivitas sehari-hari lainnya.
Remaja dengan autisme sering kali menghadapi keterlambatan fisik atau disabilitas yang menghambat mobilitas mereka. Untuk itu, terapi fisik menjadi penting, karena terapi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar, seperti merangkak, berjalan, melompat, serta menjaga keseimbangan tubuh. Latihan-latihan ini membantu memperkuat otot, meningkatkan koordinasi, dan mendukung perkembangan fisik secara keseluruhan.
Salah satu pendekatan yang juga sering diterapkan pada anak-anak dengan gangguan spektrum autisme adalah analisis perilaku terapan (Applied Behavior Analysis/ABA). ABA merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan sosial, komunikasi, dan pembelajaran pada anak-anak dengan autisme. Teknik-teknik dalam ABA, seperti penguatan positif, analisis tugas, dan pengajaran terstruktur, bertujuan untuk mengajarkan keterampilan baru, memperbaiki perilaku yang ada, serta mengurangi perilaku yang menantang.
“Analisis perilaku terapan membantu mengajarkan keterampilan baru, meningkatkan perilaku yang sudah ada, dan mengurangi perilaku yang menantang. Dengan teknik seperti penguatan positif, analisis tugas, dan pengajaran terstruktur, anak-anak dapat belajar untuk mengelola perilaku mereka dengan cara yang lebih produktif,” tambah Lalljee.
Pendekatan yang komprehensif ini memberikan solusi yang lebih holistik bagi anak-anak dan remaja dengan autisme, membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan cara yang paling sesuai dengan potensi mereka. Setiap anak memiliki kebutuhan yang unik, dan oleh karena itu, program intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu sangat penting untuk mendukung perkembangan mereka secara maksimal. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak dengan autisme dapat mengatasi tantangan mereka dan menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih mandiri.
