Nusantaravoices – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat kabupaten Tahun 1446 H/2025 M yang dipusatkan di Masjid Apung Ziyadatul Abrar, Kecamatan Kusan Hilir, pada Senin (14/04/2025).
Dalam kegiatan ini, Bupati Tanah Bumbu H. Andi Rudi Latif, S.Sos., diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Yulian Herawati.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pj. Sekda, Bupati menyampaikan bahwa bimbingan manasik haji merupakan bagian penting dari rangkaian persiapan ibadah haji. Melalui manasik, para calon jamaah haji akan mendapatkan pemahaman teori dan praktik mengenai tata cara pelaksanaan ibadah sesuai dengan rukun dan tuntunan syariat Islam.
“Saya berharap para jamaah dapat mengikuti bimbingan ini dengan sungguh-sungguh, mencermati arahan dari para narasumber, serta menjaga kondisi fisik dan mental agar siap menjalankan ibadah di tanah suci,” ujar Bupati melalui Pj. Sekda.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji agar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jamaah.
Adapun di Kabupaten Tanah Bumbu, beberapa titik telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan manasik haji, di antaranya Kecamatan Kusan Hilir, Kecamatan Angsana, dan Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan manasik haji kali ini dibuka secara resmi oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor. Dalam arahannya, ia mengingatkan para jamaah untuk melaksanakan ibadah dengan penuh kekhusyukan dan menjaga diri agar tetap dalam kondisi yang sehat dan aman.
“Bimbingan manasik ini merupakan sarana edukasi penting agar para calon jamaah dapat memahami dan mempraktikkan seluruh rangkaian ibadah haji dengan benar, sehingga pelaksanaannya berjalan lancar dan khidmat,” ungkap H. Sudian Noor.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu, para petugas kloter, serta panitia pelaksana bimbingan manasik haji.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh jamaah haji Tanah Bumbu dapat lebih siap secara spiritual, mental, dan fisik dalam menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
