Nusantaravoices, London – Laga penuh gengsi bertajuk pertarungan lintas generasi akan tersaji akhir pekan ini ketika Aaron McKenna menghadapi Liam Smith dalam perebutan gelar kelas menengah WBA Internasional. Pertarungan akan digelar di Stadion Tottenham Hotspur, Inggris, pada Sabtu (20/4), dan menjadi salah satu duel yang paling dinantikan di dunia tinju tahun ini.
“McKenna melawan Smith akan menjadi laga yang mempertemukan atlet muda yang sedang naik daun dengan petarung veteran sarat pengalaman — sebuah pertarungan klasik antar generasi,” tulis World Boxing Association (WBA) dalam pernyataan resminya, Kamis (17/4).
McKenna Ingin Buktikan Diri
Di usia 25 tahun, Aaron McKenna datang ke laga ini dengan semangat dan momentum yang tinggi. Petinju asal Irlandia itu belum terkalahkan dengan rekor sempurna 19 kemenangan, termasuk 10 kemenangan dengan knockout (KO). Penampilan impresif terakhirnya terjadi di Tokyo pada Juli 2024, saat ia menghentikan Jeovanny Estela dengan KO meyakinkan.
“Sebuah kemenangan atas Liam Smith dapat menjadi momen pembuktian McKenna di panggung dunia,” ungkap WBA.
Petinju berjuluk The Silencer itu dikenal memiliki gaya bertinju agresif dan disiplin tinggi. Jika mampu menumbangkan Smith, maka jalannya menuju pertarungan perebutan gelar dunia akan semakin terbuka.
Smith Kembali, Siap Buktikan Diri
Di sisi lain, Liam “Beefy” Smith, 36 tahun, kembali ke ring setelah absen hampir dua tahun usai kekalahannya dari Chris Eubank Jr. pada 2023. Namun, Smith bukanlah lawan sembarangan. Ia pernah memegang gelar dunia dan telah menghadapi nama-nama besar seperti Canelo Alvarez, Jaime Munguía, hingga Jessie Vargas.
Dengan rekor 33 kemenangan (20 KO), empat kekalahan, dan satu hasil imbang, Smith membawa pengalaman dan daya tahan mental yang hanya dimiliki oleh petarung papan atas.
“Saya masih punya banyak hal untuk dibuktikan,” kata Smith dalam wawancara menjelang laga.
Laga Penentu Nasib dan Reputasi
Pertarungan ini menjadi momen krusial bagi kedua petinju. McKenna ingin membuktikan bahwa dirinya layak berada di jajaran elite, sementara Smith berusaha menunjukkan bahwa ia belum habis dan masih relevan di kelas menengah yang kompetitif.
Penimbangan berat badan resmi dijadwalkan pada Jumat (18/4). Jika keduanya lolos dalam batas maksimal 160 pon (72,5 kg), maka laga akan resmi dimulai.
WBA menyebut duel ini sebagai salah satu yang paling dinamis tahun ini karena mempertemukan dua sosok dengan latar belakang kontras: satu berstatus calon bintang masa depan, satu lagi legenda yang ingin mempertahankan warisan.
“Ini akan jadi duel menegangkan – jagoan muda tak terkalahkan menghadapi veteran tangguh yang masih lapar pembuktian,” tutup WBA.
